menanam,memelihara dan memanen pohon gaharu,menyebarkan aromanya sampai keseluruh dunia, dan anda bisa menikmati hasilya
Saturday, June 09, 2012
peluang bisnis gaharu
GAHARU merupakan Komoditi Elit, Langka & Bernilai
Ekonomi Tinggi
Gaharu merupakan produk ekspor. Tujuan ekspor adalah negara-negara di Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Singapore, Taiwan, Jepang, Malaysia.
Pohon Gaharu (Aquilaria spp.) adalah species asli Indonesia. Beberapa species gaharu komersial yang sudah mulai dibudidayakan adalah: Aquilaria. malaccensis, A. microcarpa, A. beccariana, A. hirta, A. filaria, dan Gyrinops verstegii. serta A. crassna asal Camboja.
Gaharu merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat di negara-negara Timur Tengah yang digunakan sebagai dupa untuk ritual keagamaan. Masyarakat di Asia Timur juga menggunakannya sebagai hio. Minyak gaharu merupakan bahan baku yang sangat mahal dan terkenal untuk industri kosmetika seperti parfum, sabun, lotions, pembersih muka serta obat-obatan seperti obat hepatitis, liver, antialergi, obat batuk, penenang sakit perut, rhematik, malaria, asma, TBC, kanker, tonikum, dan aroma terapi.
Pengelompokan gaharu:
1) Abu gaharu: Super, kemedangan A, Kacang, kemedangan TGC;
2) Kemedangan A, B, C, TGC , (BC), Kemedangan Putih,Teri Kacang (terapung); dan
3) Gubal gaharu tdr dari: Double Super, Super A, Super B, Kacang, Teri A, Teri B, dan dan Sabah (tenggelam).
Gaharu memiliki nilai harga mulai dari 100.000 – 30 juta/kg tergantung asal species pohon dan kualitas gaharu. Sedangkan minyak gaharu umumnya disuling dari gaharu kelas rendah (kemedangan) memiliki harga mulai dari 50.000-100.000/ml.
Sebanyak 2000 ton/tahun gaharu memenuhi pusat perdagangan gaharu di Singapura. Gaharu tersebut 70% berasal dari Indonesia dan 30% dari negara-negara Asia Tenggara lainnya. Hutan alam sudah tidak mampu lagi menyediakan gaharu. Gaharu hasil budidaya merupakan alternatif pilihan untuk mendukung kebutuhan masyarakat dunia secara berkelanjutan.
Jika satu pohon gaharu hasil budidaya menghasilkan 10 kg gaharu (semua kelas), maka diperlukan pemanenan 200.000 pohon setiap tahun.
(dari beberapa sumber)
Gaharu merupakan produk ekspor. Tujuan ekspor adalah negara-negara di Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Singapore, Taiwan, Jepang, Malaysia.
Pohon Gaharu (Aquilaria spp.) adalah species asli Indonesia. Beberapa species gaharu komersial yang sudah mulai dibudidayakan adalah: Aquilaria. malaccensis, A. microcarpa, A. beccariana, A. hirta, A. filaria, dan Gyrinops verstegii. serta A. crassna asal Camboja.
Gaharu merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat di negara-negara Timur Tengah yang digunakan sebagai dupa untuk ritual keagamaan. Masyarakat di Asia Timur juga menggunakannya sebagai hio. Minyak gaharu merupakan bahan baku yang sangat mahal dan terkenal untuk industri kosmetika seperti parfum, sabun, lotions, pembersih muka serta obat-obatan seperti obat hepatitis, liver, antialergi, obat batuk, penenang sakit perut, rhematik, malaria, asma, TBC, kanker, tonikum, dan aroma terapi.
Pengelompokan gaharu:
1) Abu gaharu: Super, kemedangan A, Kacang, kemedangan TGC;
2) Kemedangan A, B, C, TGC , (BC), Kemedangan Putih,Teri Kacang (terapung); dan
3) Gubal gaharu tdr dari: Double Super, Super A, Super B, Kacang, Teri A, Teri B, dan dan Sabah (tenggelam).
Gaharu memiliki nilai harga mulai dari 100.000 – 30 juta/kg tergantung asal species pohon dan kualitas gaharu. Sedangkan minyak gaharu umumnya disuling dari gaharu kelas rendah (kemedangan) memiliki harga mulai dari 50.000-100.000/ml.
Sebanyak 2000 ton/tahun gaharu memenuhi pusat perdagangan gaharu di Singapura. Gaharu tersebut 70% berasal dari Indonesia dan 30% dari negara-negara Asia Tenggara lainnya. Hutan alam sudah tidak mampu lagi menyediakan gaharu. Gaharu hasil budidaya merupakan alternatif pilihan untuk mendukung kebutuhan masyarakat dunia secara berkelanjutan.
Jika satu pohon gaharu hasil budidaya menghasilkan 10 kg gaharu (semua kelas), maka diperlukan pemanenan 200.000 pohon setiap tahun.
(dari beberapa sumber)
Pembibitan hubungi ;
Bpk Danang . 081331487845
Perumahan
puri camar blok b.10
Stok
bibit 2000 pohon ,
menjual bibit gaharu di kota banyuwangi
bagi teman teman pecinta pohon gaharu bagi yang ingin menanam pohon gaharu tetapi belum mendapatkan bibitnya jangan kwatir karena saya mempunyai stok bibit gaharu banyak , dengan berbagai macam dan ukuran mulai yang kecil sampai yang siap tanam, masalah harga tidak menjadi masalah sangat murah dan bisa di negosiasikan telp, 081331487845 atau 081311312819
Thursday, April 19, 2012
durian dubang atau durian abang

bagi penggemar durian, mungkin sedikit yang percaya dan pernah melihat bahwasanya jenis durian itu ada banyak macamnya selama ini yang umum kita lihat adalah durian berwarna putih kekuning kuningan. selain itu ternyata ada durian yang warna dagingnya adalah merah. gambar diatas dan bawah adalah bibit durian yang berwarna merah....
bagi yang pingin ikut nanam saya punya bibitnya di banyuwangi ...hp 081331487845 bpk DANANG
Wednesday, April 18, 2012
Friday, April 13, 2012
harga gaharu
harga dan pemasaran gaharu
harga dan pemasaran gaharu ,Permintaan pasar terhadap gaharu terus meningkat. Selain kebutuhan peribadatan berberapa agama, gaharu juga digunakan oleh masyarakat Arab untuk sebagai siwak. Kondisi iklim yang panas dan kegemaran mengkonsumsi daging membuat tubuh mereka bau menyengat sehingga wangi gaharu digunakan sebagai pangharum.
Harga gaharu sendiri ditentukan berdasarkan kelas, adapun kelas-kelas dalam gaharu secara garis besar adalah:
1.Gubal
a.super: hitam merata, kandungan damar wangi tinggi, aroma kuat
b.super AB: hitam kecoklatan, kandungan damar wangi cukup, aroma kuat
c.sabah super: hitam kecoklatan, kandungan damar wangi sedang, aroma agak kuat
d.kelas C: hitam banyak garis putih, kepingan kayu tipis, rapuh
2.Kemedangan
a.tanggung A: coklat kehitaman, kandungan damar wangi tinggi, aroma agak kuat
b.sabah I: coklat bergaris putih tipis, kandungan damar wangi sedang, aroma agak kuat
c.tanggung AB: coklat bergaris putih tipis, kandungan damar wangi sedang, aroma agak kuat
d.tanggung C: kecoklatan bergaris putih tipis, kandungan damar wangi sedang, aroma agak kuat
e.kemedangan I: kecoklatan bergaris putih lebar, kandungan damar wangi sedang, aroma agak kuat
f.kemedangan II: putih keabu-abuan bergaris hitam tipis, kandungan damar wangi kurang, aroma kurang kuat
g.kemedangan III: putih keabu-abuan, kandungan damar wangi kurang,aroma kurang kuat
3.Abu/cincangan yang merupakan potongan kayu kecil hasil pengerokan atau sisa penghancuran kayu gaharu
(sumber: majalah Trubus)
Harga gaharu terus meningkat seiring dengan permintaan pasar, namun ketersediaan gaharu dari alam terus menurun, hal inilah yang mendasari budidaya gaharu. Harga gaharu super pada tahun 2001 4-5jt/kg, saat ini melambung menjadi 10-15jt/kg. Tapi sayang, peluang seperti ini Cuma diketahui oleh beberapa gelintir orang saja.
Adapun negara tujuan eksport gaharu diantaranya adalah Singapura, Timur Tengah, Taiwan, Jepang, Hongkong, Korea dan Malaysia. Adapun eksport terbanyak ke negara Singapura baru Timur Tengah di urutan ke-2.
harga dan pemasaran gaharu ,Permintaan pasar terhadap gaharu terus meningkat. Selain kebutuhan peribadatan berberapa agama, gaharu juga digunakan oleh masyarakat Arab untuk sebagai siwak. Kondisi iklim yang panas dan kegemaran mengkonsumsi daging membuat tubuh mereka bau menyengat sehingga wangi gaharu digunakan sebagai pangharum.
Harga gaharu sendiri ditentukan berdasarkan kelas, adapun kelas-kelas dalam gaharu secara garis besar adalah:
1.Gubal
a.super: hitam merata, kandungan damar wangi tinggi, aroma kuat
b.super AB: hitam kecoklatan, kandungan damar wangi cukup, aroma kuat
c.sabah super: hitam kecoklatan, kandungan damar wangi sedang, aroma agak kuat
d.kelas C: hitam banyak garis putih, kepingan kayu tipis, rapuh
2.Kemedangan
a.tanggung A: coklat kehitaman, kandungan damar wangi tinggi, aroma agak kuat
b.sabah I: coklat bergaris putih tipis, kandungan damar wangi sedang, aroma agak kuat
c.tanggung AB: coklat bergaris putih tipis, kandungan damar wangi sedang, aroma agak kuat
d.tanggung C: kecoklatan bergaris putih tipis, kandungan damar wangi sedang, aroma agak kuat
e.kemedangan I: kecoklatan bergaris putih lebar, kandungan damar wangi sedang, aroma agak kuat
f.kemedangan II: putih keabu-abuan bergaris hitam tipis, kandungan damar wangi kurang, aroma kurang kuat
g.kemedangan III: putih keabu-abuan, kandungan damar wangi kurang,aroma kurang kuat
3.Abu/cincangan yang merupakan potongan kayu kecil hasil pengerokan atau sisa penghancuran kayu gaharu
(sumber: majalah Trubus)
Harga gaharu terus meningkat seiring dengan permintaan pasar, namun ketersediaan gaharu dari alam terus menurun, hal inilah yang mendasari budidaya gaharu. Harga gaharu super pada tahun 2001 4-5jt/kg, saat ini melambung menjadi 10-15jt/kg. Tapi sayang, peluang seperti ini Cuma diketahui oleh beberapa gelintir orang saja.
Adapun negara tujuan eksport gaharu diantaranya adalah Singapura, Timur Tengah, Taiwan, Jepang, Hongkong, Korea dan Malaysia. Adapun eksport terbanyak ke negara Singapura baru Timur Tengah di urutan ke-2.
Thursday, April 12, 2012
bibit durian merah
bibit durian merah, saya di banyuwangi mulai membudidayakan jenis durian merah karena selain masih langka ternyata rasanyapun juga masih banyak yang penasaran , banyak yang belum sempat mencicipi rasa dari durian merah ini, bukan karena apa , karena kita semua tahu bahwasanya pohon durian adalah termasuk buah yang musiman, artinya hanya mau berbuah pada bulan bulan tertentu dalam 1 tahun hanya sekali berbuah, sementara stok produksinya atau petani yang mempunyai pohon durian merah hanya beberapa orang saja dan tentu tidak bisa memenuhi pasar, alternatif jalan keluarnya adalah harus lebih banyak lagi orang yang mau menanam pohon durian merah, saya sudah menanam , teman saya juga sudah menanam, apakah pembaca ada yang ikut menanam, tujuanya supaya semua orang bisa ikut merasakan bagaimana manisnya dan bagaimana gurihnya durian merah tersebut, jika ada yang butuh bibitnya saya masih ada sedikit stok, mau ditanam sendiri tidak punya kebun he he , hp saya, 081331487845, bapak danang
menanam durian merah
menanam durian merah, pagi pagi belum sempat mandi ada telpon dari teman yang mengatakan kalau dia akan mencari durian merah di kampung sebelah, dia menawarkan ikut apa tidak? pertama saya ragu mana ada sih durian merah , yang ada kan warna putih atau agak kuning, karena penasaran akhirnya kami berdua berangkat ke kampung tetangga nggak jauh jaraknya hanya ditempuh dalam waktu 30 menit, sempat nanya nanya alamatnya karena memang belum tahu tapi akirnya ketemu juga agak masuk kedalam gang, alhamdulilah ketemu sama bapak yang dikabarkan mempunyai durian merah dan ternyata betul betul ada durian yang warna dagingnya merah, cuman saja saat itu sedang lagi tidak ada barangnya yang pesan sudah banyak sekali para penggila durian rela menaruh uangnya beberapa hari yang lalu untuk bisa mendapatkan durianya, itupun tidak semuanya bisa mendapatkanya, melihat kenyataan itulah saya tertarik untuk menanam durian merah, karena masih langka dan peminatnya wah banyak sekali tentu harganya juga tidak seperti durian durian biasa pada umumnya tentunya jauh lebih mahal, akirnya saya pulang tanpa membawa buah durian merah tapi saya membeli bibitnya untuk saya tanam sendiri baik di kebun atau dipekarangan rumah, memang tidak bisa segara menikmati durian dari bibit yang baru kita tanam , tapi setidaknya saya punya harapan beberapa tahun kedepan saya akan benar benar bisa panen durian merah yang banyak di cari oleh para penggila durian tersebut, saya tinggal di banyuwangi, kalau para pembaca ada yang pingin ikut menanam pohon durian merah saya punya bibitnya, tapi yaitu tadi harganya agak mahal 100 rb per pohon ukuran kira kira 30- 50 cm hp saya 081331487845
Wednesday, April 11, 2012
Tips Agar Pengajuan KPR Disetujui
Berikut ini adalah tips untuk memperbesar kemungkinan aplikasi KPR disetujui bank. Tips ini dikutip dari blog dan tweet Aryo Diponegoro.
Tips sederhana dalam membeli rumah adalah sesuaikan dengan 3K–Keinginan, Kebutuhan dan Kemampuan. Meski ketiganya kadang sering berlawanan arah. Dan cara membeli rumah yang paling umum adalah dengan KPR. Namun masih banyak orang yang begitu awam tentang dunia KPR. Kali ini saya mencoba menyusunnya dengan bahasa yang lebih mudah dipahami dengan harapan makin banyak orang yang mampu memiliki rumah.
- Syarat pertama adalah Cash Flow (CF) alias penghasilan.
- Penghasilan bisa berupa gaji atau dari bisnis, bukan dari ngepet.
- Sayangnya, satu syarat ini belum bisa bikin GOL KPR. Ada lagi tambahannya.
- Ente musti punya rekening tabungan. Buat apa? Buat ngebuktiin kl ente emang punya CF.
- Kl belum punya? Ya bikin! Anggap aja Bank itu SEKRETARIS ente. Sekretaris yang digaji kurang lebih 15ribu tiap bulan.
- Buat ngebuktiinnye, rekening tabungan musti rutin ada CF 3-7 bulan.
- Bukti Sumber Cash Flow itu syarat berikutnya. Bentuknya slip gaji kl ente gajian.
- Atawa laporan keuangan kl ente entrepreneur. *keserimpet dah*
- Khususnya laporan keuangan, ente musti siapin 2 tahun tuh.
- Khususnya slip gaji, perlu dukungan surat keterangan kerja dari kantor.
- NPWP! Apa tuh? Nomor Pokok Wajib Pajak. Kl belum punya, gampang kok. Datang ke KPP setempat. Gratis!
- Pastikan ente bukan anggota BLBI. Apa tuh BLBI? Black List Bank Indonesia.
- Kl ente pernah kredit di bank, trus gak lancar lebih dari 2 bulan berturut-turut, otomatis ente masuk BLBI.
- Kl udah masuk gimana? Bersihinnya susah! Pake Baycl*n juga belum tentu bersih.
- Kl syarat2 itu sudah siap, tinggal tambahin foto kopi KTP ente + KTP suami atau istri + surat nikah dan kartu keluarga.
- Nah ini saran yang penting buat ente. Ajuin ke beberapa bank. Paling tidak 3 bank!
- Kenapa harus beberapa bank? Krn prosesor bank juga manusia. Dan tiap manusia punya subyektifitas sendiri2. Right?
- Makin banyak bank gimana? | Makin bagus! Krn makin banyak silaturahimnya :d
- Kl alergi sama bunga bank, silahkan menggunakan bank syariah.
- Kl ke Bank selain syarat dari ente, jangan lupa syarat dari rumahnye. Seperti fotokopi sertifikat, pbb, imb, ktp pemilik.
- Kapan diajuinnya? Ajuin di minggu ketiga sampai keempat. Biasanya pada kejar target tuh :d
- Bulan Desember biasanya susah tuh dapet kredit. Mending tunda di Januari. Bulan desember pada siap2 tutup buku.
- Nah yang paling penting agar #99KPRDisetujui adalah BERDOA sama TUHAN agar dikabulkan permohonan KPRnya.
aryodiponegoro.com
gaharu
GAHARU adalah tanaman atau pohon yang bisa menghasilkan damar wangi,yaitu zat yang mengandung aroma sangat wangi dan kas, jadi sebenarnya yang di sebut gaharu itu bukan pohonya akan tetapi lebih kepada zat atau kayu yang mengandung aroma tersebut, karena tidak semua jenis pohon bisa menghasilkan atau mengeluarkan aroma wangi, dan bagian pohon yang wangi tersebut kita sebut dengan qubal .dan salah satu syarat pohon gaharu untuk bisa menghasilkan qubal yang wangi adalah harus mendapatkan luka atau kita lukai pada pohon penghasil gaharu tersebut, luka ini bisa terjadi secara alami atau luka karena kita sengaja, luka secara alami bisa karena ranting atau dahan yang patah, ataupun gesekan antar dahan atau ranting
sementara luka yang sengaja kita lakukan bisa berupa beberapa paku kita tancakan pada pohon ataupun beberapa perlakuan menggunakan benda lain yang penting bisa membuat pohon luka dan infeksi.
namun untuk jaman sekarang yang teknologi dan kemajuan ilmu pengetahuan dan pengembangan beberapa rizet para ahli kita sudah bisa menciptakan sejenis sirum yang fungsinya bisa membuat pohon penghasil gaharu
untuk lebih cepat menghasilkan qubal,dan dengan kwalitas lebih baik yaitu dengan tehnik menyuntikan sirum tersebut kedalam pohon penghasil gaharu yang sebelumya kita lukai dengan cara pengeboran menggunakan mata bor yang biasa digunakan oleh para tukang kayu untuk melubangi kayu,
Kita bor pohon penghasil gaharu kira kira 1/3 dari diameter pohon lalu kita masukan sirumnya kedalam lubang lubang yang telah kita buat, sebagai syarat untuk bisa kita lakukan penyuntikan usia pohon harus lebih dari 5 tahun, dan 1 tahun sampai 2 tahun setelah penyuntikan insyaallah sudah terbentuk qubal atau pohon sudah mengeluarkan aroma kas gaharu yang wangi. untuk teknik penyuntikan akan saya ulas dipostingan berikutnya
sementara luka yang sengaja kita lakukan bisa berupa beberapa paku kita tancakan pada pohon ataupun beberapa perlakuan menggunakan benda lain yang penting bisa membuat pohon luka dan infeksi.
namun untuk jaman sekarang yang teknologi dan kemajuan ilmu pengetahuan dan pengembangan beberapa rizet para ahli kita sudah bisa menciptakan sejenis sirum yang fungsinya bisa membuat pohon penghasil gaharu
untuk lebih cepat menghasilkan qubal,dan dengan kwalitas lebih baik yaitu dengan tehnik menyuntikan sirum tersebut kedalam pohon penghasil gaharu yang sebelumya kita lukai dengan cara pengeboran menggunakan mata bor yang biasa digunakan oleh para tukang kayu untuk melubangi kayu,
Kita bor pohon penghasil gaharu kira kira 1/3 dari diameter pohon lalu kita masukan sirumnya kedalam lubang lubang yang telah kita buat, sebagai syarat untuk bisa kita lakukan penyuntikan usia pohon harus lebih dari 5 tahun, dan 1 tahun sampai 2 tahun setelah penyuntikan insyaallah sudah terbentuk qubal atau pohon sudah mengeluarkan aroma kas gaharu yang wangi. untuk teknik penyuntikan akan saya ulas dipostingan berikutnya
Sunday, April 08, 2012
ikut survey langsung dapat uang dolar
Salah satu situs survey yang paling terkenal yang memberikan langsung
$6.00 pada saat kita bergabung plus lima survey yang harus kita isi
masing-masing senilai $4.00 di tambah dengan satu survey senilai $1.00.
Sehingga total pendapatan kita saat pertama kali join dan langsung
mengisi survey adalah a
Survey-survey berikutnya akan ada setiap bulan. Situs ini juga ada bonus referral-nya sebesar $1.25.$27.00http://www.AWSurveys.com?R=2675
Survey-survey berikutnya akan ada setiap bulan. Situs ini juga ada bonus referral-nya sebesar $1.25.$27.00http://www.AWSurveys.com?R=2675
Friday, April 06, 2012
cara membuat minyak nilam
bagaimana cara menyuling daun nilam.Menyuling daun nilam hanya dalam 2,5 jam, bukan delapan jam seperti pada
lazimnya. Rendemen pun lebih tinggi, 7%.
Bertahun-tahun Sugono menyuling daun nilam dengan teknologi uap tak
langsung. Penyuling di Kota Bogor,
Provinsi Jawa Barat, itu tergerak menerapkan teknik ekstraksi untuk memperoleh
minyak nilam. Cara itu memang tak biasa bagi penyuling nilam.Teknik ekstraksi
lazim diterapkan ketika produsen menyuling bahan baku minyak asiri berendemen rendah, kurang
dari 1%. Contoh menyuling bunga mawar atau bunga melati.
Sugono menerapkan teknik ekstraksi karena ingin tahu rendemen nilam yang
sesungguhnya. Alumnus Akademi Kimia Analis itu menggunakan daun nilam kering
angin 1-2 hari. Ia lantas merajang daun nilam. Dalam riset itu, Sugono
menggunakan 1 kg daun nilam, dengan pelarut 2-3 liter. Pelarut yang ia gunakan
selalu tunggal, tetapi jenisnya beragam, kadang-kadang ia memanfaatkan benzana,
heksana, atau dietil eter. Pada percobaan lain, ia memanfaatkan pelarut
kloroform atau aseton.
Rendemen tinggi
Dari beragam pelarut itu, yang hasilnya paling tinggi adalah kloroform. Namun, harga kloroform tergolong tinggi, mencapai Rp4-juta-Rp6-juta. Harga heksana dan benzena termasuk murah-masing-masing Rp17.000 dan Rp15.000 per liter. Sugono mengulangi percobaan itu hingga 5 kali dan menghasilkan rendemen rata-rata 7%. Artinya dari 1 kg bahan baku ia memperoleh 70 g. “Pelarut mengikat minyak asiri pada daun sehingga rendemen meningkat,” kata ayah 3 anak itu.
Sugono memang belum menerapkan ekstraksi untuk menyuling nilam dalam jumlah besar. Namun, menurut Sugono hal itu sangat memungkinkan. Jadi mengganti teknik uap tak langsung dengan ekstraksi untuk memperoleh minyak nilam. Jika benar begitu, penyuling perlu 200 liter pelarut setiap kali menyuling 100 kg daun nilam. Harga pelarut benzena, saat ini Rp15.000 per liter atau total Rp3-juta. Hasil penyulingan mencapai 7 kg minyak atau 5 kg lebih banyak daripada hasil penyulingan konvensional.
Riset lain di Semarang, Provinsi Jawa Tengah, justru memperlihatkan bahwa waktu suling amat singkat, hanya 2,5 jam dan rendemen 4%. Padahal, penyuling nilam rata-rata menghabiskan waktu 7-8 jam hingga memperoleh minyak kekuningan itu. Penyuling nilam di Bekasi, Jawa Barat, Hartono, menghabiskan 7 jam hingga menghasilkan minyak berkadar PA (patchouli alcohol) 32% dengan rendemen 1,5% Jika mulai menyuling 1 kuintal daun nilam pada pukul 08.00, Hartono baru memperoleh 1,5 kg minyak pada pukul 15.00.
“Kalau bisa dipercepat, tentu penyuling sangat terbantu,” kata Hartono. Penyulingan cepat berarti hemat bahan bakar dan efisien. Alat destilasi ibarat mesin pabrik, perlu banyak bahan bakar untuk menyalakan. Jika hanya menyuling 1 siklus lalu berhenti, biaya bahan bakar pun berlipat sehingga penyuling bakal rugi. Untuk mengatasinya, penyuling mendestilasi nonstop selama bahan baku tersedia. Bila siklus penyulingan 7 jam, dalam sehari semalam ia hanya 3 kali mendestilasi.
Titik didih
Periset yang sukses memangkas durasi penyulingan nilam menjadi hanya 2,5 jam itu adalah Thomas Aquino Bambang Irawan. Ia menggunakan pelarut heksana dan benzena. Biasanya penyuling nilam menggunakan pelarut air. Padahal air bersifat polar, tidak bercampur dengan minyak, serta bertitik didih tinggi-hingga 100oC. “Minyak nilam nonpolar sehingga perlu pelarut bersifat sama agar reaksi optimal,” ujar Bambang. Itu cocok dengan heksana dan benzena.
Titik didih keduanya pun rendah: heksana 69oC; benzena, 80oC. “Semakin rendah titik didih, kian mudah memisahkan minyak,” kata alumnus Teknik Kimia Universitas Diponegoro itu. Meski sama-sama nonpolar, sifat heksana dan benzena berbeda. Heksana mampu melarutkan lebih banyak zat pewangi, sedangkan benzena bukan hanya melarutkan minyak, tetapi juga melarutkan zat lilin, albumin, dan zat warna.
Mula-mula, Bambang melayukan daun dan batang nilam selama 3 hari lalu mencacah hingga berukuran 1 cm. Tujuannya, “Memecah dinding sel sehingga ekstrak mudah keluar,” tutur Bambang. Selanjutnya Bambang Irawan memasukkan cacahan daun nilam ke dalam ekstraktor, menambahkan pelarut, dan mengaduk pada kecepatan 200 putaran per menit.
Bambang menentukan perbandingan antara pelarut heksana dan benzena dalam berbagai variasi. Untuk setiap 2 g cacahan daun nilam, Bambang menambahkan 30 ml pelarut-campuran heksana dan benzena. Perbandingan bobot batang dan daun serta waktu ekstraksi juga bervariasi untuk memperoleh hasil terbaik. Selanjutnya Bambang menyaring hasil ekstraksi-berupa cairan bening kekuningan bercampur cacahan nilam-memisahkan ampas, lalu menyuling cairan.
Ia kemudian menyuling larutan ekstraksi itu pada suhu 40ÂșC dan tekanan 177 mmHg. Sebenarnya minyak nilam baru mendidih pada suhu 280,37oC. Namun, pada suhu 56oC aroma minyak bakal rusak-lazim disebut minyak gosong.Untuk menurunkan titik didih, Bambang menurunkan tekanan penyulingan dari 760 mmHg menjadi 177 mmHg.
Batang dan daun
Hasil terbaik muncul pada perbandingan bobot batang dan daun 2 : 1 pada ekstraksi selama 150 menit dengan volume heksana dan benzena 3 : 1 dengan rendemen 4,3%. Itu lebih dari 2 kali lipat rendemen penyulingan konvensional rata-rata hanya 2%. Kadar PA mencapai 32%-standar kualitas minyak nilam harus memiliki kadar PA di atas 30%. Proses itu menghasilkan minyak nilam dengan indeks bias 1,5181. “Semakin tinggi indeks bisa, semakin baik kualitas minyak nilam,” ujar Bambang.
Untuk memperoleh minyak terbaik, ternyata perlu batang lebih besar ketimbang daun, yakni 2 : 1. Menurut Bambang, daun memang lebih banyak menghasilkan minyak, tapi kualitasnya kalah dengan minyak di batang. Pasalnya, atom karbon asimetris penyebab sifat patchouli alcohol terkandung di batang.
Menurut Bambang, skala ekonomis tercapai jika menyuling setidaknya 100 kg bahan kering, yang berarti memerlukan 1.500 liter pelarut. Toh, jumlah itu bisa dikurangi 10% tanpa mempengaruhi hasil. Kelebihan lain, “Pelarut bisa digunakan kembali,” ungkap Bambang. Itu dengan catatan penyuling menambahkan 10% pelarut baru setiap kali menyuling untuk mengganti pelarut yang menguap atau tercecer saat penyulingan. (Desi Sayyidati Rahimah)majalah trubus
Rendemen tinggi
Dari beragam pelarut itu, yang hasilnya paling tinggi adalah kloroform. Namun, harga kloroform tergolong tinggi, mencapai Rp4-juta-Rp6-juta. Harga heksana dan benzena termasuk murah-masing-masing Rp17.000 dan Rp15.000 per liter. Sugono mengulangi percobaan itu hingga 5 kali dan menghasilkan rendemen rata-rata 7%. Artinya dari 1 kg bahan baku ia memperoleh 70 g. “Pelarut mengikat minyak asiri pada daun sehingga rendemen meningkat,” kata ayah 3 anak itu.
Sugono memang belum menerapkan ekstraksi untuk menyuling nilam dalam jumlah besar. Namun, menurut Sugono hal itu sangat memungkinkan. Jadi mengganti teknik uap tak langsung dengan ekstraksi untuk memperoleh minyak nilam. Jika benar begitu, penyuling perlu 200 liter pelarut setiap kali menyuling 100 kg daun nilam. Harga pelarut benzena, saat ini Rp15.000 per liter atau total Rp3-juta. Hasil penyulingan mencapai 7 kg minyak atau 5 kg lebih banyak daripada hasil penyulingan konvensional.
Riset lain di Semarang, Provinsi Jawa Tengah, justru memperlihatkan bahwa waktu suling amat singkat, hanya 2,5 jam dan rendemen 4%. Padahal, penyuling nilam rata-rata menghabiskan waktu 7-8 jam hingga memperoleh minyak kekuningan itu. Penyuling nilam di Bekasi, Jawa Barat, Hartono, menghabiskan 7 jam hingga menghasilkan minyak berkadar PA (patchouli alcohol) 32% dengan rendemen 1,5% Jika mulai menyuling 1 kuintal daun nilam pada pukul 08.00, Hartono baru memperoleh 1,5 kg minyak pada pukul 15.00.
“Kalau bisa dipercepat, tentu penyuling sangat terbantu,” kata Hartono. Penyulingan cepat berarti hemat bahan bakar dan efisien. Alat destilasi ibarat mesin pabrik, perlu banyak bahan bakar untuk menyalakan. Jika hanya menyuling 1 siklus lalu berhenti, biaya bahan bakar pun berlipat sehingga penyuling bakal rugi. Untuk mengatasinya, penyuling mendestilasi nonstop selama bahan baku tersedia. Bila siklus penyulingan 7 jam, dalam sehari semalam ia hanya 3 kali mendestilasi.
Titik didih
Periset yang sukses memangkas durasi penyulingan nilam menjadi hanya 2,5 jam itu adalah Thomas Aquino Bambang Irawan. Ia menggunakan pelarut heksana dan benzena. Biasanya penyuling nilam menggunakan pelarut air. Padahal air bersifat polar, tidak bercampur dengan minyak, serta bertitik didih tinggi-hingga 100oC. “Minyak nilam nonpolar sehingga perlu pelarut bersifat sama agar reaksi optimal,” ujar Bambang. Itu cocok dengan heksana dan benzena.
Titik didih keduanya pun rendah: heksana 69oC; benzena, 80oC. “Semakin rendah titik didih, kian mudah memisahkan minyak,” kata alumnus Teknik Kimia Universitas Diponegoro itu. Meski sama-sama nonpolar, sifat heksana dan benzena berbeda. Heksana mampu melarutkan lebih banyak zat pewangi, sedangkan benzena bukan hanya melarutkan minyak, tetapi juga melarutkan zat lilin, albumin, dan zat warna.
Mula-mula, Bambang melayukan daun dan batang nilam selama 3 hari lalu mencacah hingga berukuran 1 cm. Tujuannya, “Memecah dinding sel sehingga ekstrak mudah keluar,” tutur Bambang. Selanjutnya Bambang Irawan memasukkan cacahan daun nilam ke dalam ekstraktor, menambahkan pelarut, dan mengaduk pada kecepatan 200 putaran per menit.
Bambang menentukan perbandingan antara pelarut heksana dan benzena dalam berbagai variasi. Untuk setiap 2 g cacahan daun nilam, Bambang menambahkan 30 ml pelarut-campuran heksana dan benzena. Perbandingan bobot batang dan daun serta waktu ekstraksi juga bervariasi untuk memperoleh hasil terbaik. Selanjutnya Bambang menyaring hasil ekstraksi-berupa cairan bening kekuningan bercampur cacahan nilam-memisahkan ampas, lalu menyuling cairan.
Ia kemudian menyuling larutan ekstraksi itu pada suhu 40ÂșC dan tekanan 177 mmHg. Sebenarnya minyak nilam baru mendidih pada suhu 280,37oC. Namun, pada suhu 56oC aroma minyak bakal rusak-lazim disebut minyak gosong.Untuk menurunkan titik didih, Bambang menurunkan tekanan penyulingan dari 760 mmHg menjadi 177 mmHg.
Batang dan daun
Hasil terbaik muncul pada perbandingan bobot batang dan daun 2 : 1 pada ekstraksi selama 150 menit dengan volume heksana dan benzena 3 : 1 dengan rendemen 4,3%. Itu lebih dari 2 kali lipat rendemen penyulingan konvensional rata-rata hanya 2%. Kadar PA mencapai 32%-standar kualitas minyak nilam harus memiliki kadar PA di atas 30%. Proses itu menghasilkan minyak nilam dengan indeks bias 1,5181. “Semakin tinggi indeks bisa, semakin baik kualitas minyak nilam,” ujar Bambang.
Untuk memperoleh minyak terbaik, ternyata perlu batang lebih besar ketimbang daun, yakni 2 : 1. Menurut Bambang, daun memang lebih banyak menghasilkan minyak, tapi kualitasnya kalah dengan minyak di batang. Pasalnya, atom karbon asimetris penyebab sifat patchouli alcohol terkandung di batang.
Menurut Bambang, skala ekonomis tercapai jika menyuling setidaknya 100 kg bahan kering, yang berarti memerlukan 1.500 liter pelarut. Toh, jumlah itu bisa dikurangi 10% tanpa mempengaruhi hasil. Kelebihan lain, “Pelarut bisa digunakan kembali,” ungkap Bambang. Itu dengan catatan penyuling menambahkan 10% pelarut baru setiap kali menyuling untuk mengganti pelarut yang menguap atau tercecer saat penyulingan. (Desi Sayyidati Rahimah)majalah trubus
Thursday, April 05, 2012
bagaimana cara menanam pohon gaharu
bagaimana cara menanam gaharu? gaharu adalah jenis tanaman keras seperti pohon jatj, mangga, manggis, sengon dan lain lain, sehingga cara menanamnya pun tidak beda jauh dengan tanaman tanaman tersebut, menanam gaharu juga bisa di lakukan di ela tanaman tanaman lain artinya dalam satu kebun tidah harus hanya ada tanaman gaharu, atau istilahnya tumpang sari,namun demikian jarak yang ideal antara tanaman yang satu denga yang lain, adalah 3 m
bibit yang siap di tanam setidaknya mempunyai tinggi 30 cm, kita buat lubang diameter 30 cm kedalaman 30 cm setelah kita gali sebaiknya kita taburi pupuk kandang secukupnya dan kita biarkan dulu selama 1 minggu baru kemudian bibit bisa kita mulai kita tanam, pertama tama kita buka polybag dengan hati hati supaya tanah di dalamnya tidak pecah atau hancur sehingga tidak merusak akar yang ada di dalamnya,jika kita menanam tidak di musim penghujan maka perlu di lakukan penyiraman pada bibit yang baru di tanam, serta di perlukan pelindungan atau naungan agar supaya tidak langsung kena terik sinar matahari sepanjang waktu,jika tidak ada pohon lain sebagai naungan kita bisa membuatnya dengan yang lain misalnya daun kelapa yang kita buat demikian rupa sehingga bisa melindungi bibit yang baru kita tanam.
bibit yang siap di tanam setidaknya mempunyai tinggi 30 cm, kita buat lubang diameter 30 cm kedalaman 30 cm setelah kita gali sebaiknya kita taburi pupuk kandang secukupnya dan kita biarkan dulu selama 1 minggu baru kemudian bibit bisa kita mulai kita tanam, pertama tama kita buka polybag dengan hati hati supaya tanah di dalamnya tidak pecah atau hancur sehingga tidak merusak akar yang ada di dalamnya,jika kita menanam tidak di musim penghujan maka perlu di lakukan penyiraman pada bibit yang baru di tanam, serta di perlukan pelindungan atau naungan agar supaya tidak langsung kena terik sinar matahari sepanjang waktu,jika tidak ada pohon lain sebagai naungan kita bisa membuatnya dengan yang lain misalnya daun kelapa yang kita buat demikian rupa sehingga bisa melindungi bibit yang baru kita tanam.
Subscribe to:
Posts (Atom)







